SEKILAS INFO
  • 2 tahun yang lalu - Assalammualaikum Wr.Wb. Selamat Datang di Website Masjid Agung Palembang!
  • 2 tahun yang lalu - Barang siapa membangun sebuah masjid karena mengharap ridho Allah, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga. (HR. Bukhari dan Muslim)
  • 2 tahun yang lalu - Assalammualaikum Wr.Wb. Selamat datang di Website Masjid Agung. Tema ini merupakan versi demo  tampilan website masjid. Untuk mengetahui info lebih lanjut kunjungi website kami di www.webskul.com.
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Thursday, 9 07 2020 July 2020 >

IMSYAK 04:00
SUBUH 04:16
DZUHUR 11:47
ASHAR 15:06
MAGHRIB 17:57
ISYA 18:57
Diterbitkan :
Kategori : Ibadah

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

KEUTAMAAN MEMAKMURKAN MASJID

Masjid merupakan salah satu sarana yang penting untuk pembinaan umat islam yang sekaligus juga untuk mengagungkan nama Allah swt.

Masalah pembangunan masjid telah mendapat perhatian yang sangat besar oleh Rasulullah saw sendiri, sehingga saat beliau singgah di kota Quba sewaktu dalam perjalanan hijrah dari kota Mekah ke Madinah, dengan dibantu oleh sahabat-sahabatnya, beliau mendirikan sebuah masjid yang dinamai Masjid Quba.

Juga ketika Rasulullah saw sampai di kota Madinah, beliau mendirikan Masjid Nabawi. Sebagai orang islam, seharusnya kita memiliki perhatian dan cinta yang besar kepada masjid sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah saw diatas.

Kecintaan yang besar kepada masjid ini akan membuat kita memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap usaha untuk memakmurkan masjid. Rasa cinta kepada masjid ini bisa kita wujutkan sebagaimana kalau kita cinta kepada kekasih ataupun sesuatu (rumah sendiri misalnya).

Mari kita buat gerakan

“MEMAKMURKAN MASJID”

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. [At-Taubah 9 : 18]

وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. [Al-Israa` 17:16]

Wahai saudara-qu seiman, siapa yg mengetahui ajal masing-2 dari kita..??

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

(Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati), jangan menunggu usia kita tua, “ahh nanti saja.. nanti saja..!! pada akhirnya tanpa sadar ajal menjemput kita..

Ibnu Umar rodhiallohu ‘anhuma melanjutkan dengan berwasiat,

Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada pagi hari jangan menunggu datangnya sore.

Pada akhirnya masjid-2 kaum muslimin sepi dari ummatnya sendiri, dan janganlah kau letih dalam beramal di dunia ini, bersemangatlah berharaplah kehidupan yg terbaik setelah kematian karena Allah menjadikan kehidupan dunia sebagai penjara bagi kaum muslimin. Nabi  صلي الله عليه وسلم bersabda:

الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ

Dunia adalah penjara untuk mukmin dan surga bagi kafir.” (HR. Muslim)

dan kewajiban kita sebagai seorang muslim menjaga diri kita dan keluarga dari hal-hal yg terlarang dalam agama. Sebagaimana Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [At-Tahriim 66:6]

Pewujudan cinta kepada masjid ini bisa kita tempuh dengan cara memakmurkan masjid diantaranya:

  1. SELALU MERASA RINDU KEPADA MASJID.

Rasa cinta seseorang pada sesuatu biasanya membuat seseorang merasa rindu pada sesuatu itu karena memang hatinya telah terikat dan terpaut kepadanya. Karena itu, kecintaan kita kepada masjid seharusnya membuat hati kita terpaut kepadanya sejak kita keluar dari masjid hingga kembali lagi ke masjid.

Bilamana seseorang telah memiliki ikatan hati yang begitu kuat dengan masjid, maka dia akan menjadi salah satu kelompok orang yang kelak akan dinaungi oleh Allah di akhirat, seperti sabda Rasulullah Saw yang artinya:

Ada tujuh golongan orang yang akan dinaungi Allah yang pada hari itu tidak ada naungan kecuali dari Allah: Seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid ketika ia keluar hingga kembali kepadanya” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bilamana hati seseorang telah memiliki rasa cinta dan terpaut kepada masjid, maka pewujudan dan pembinaan diri yang dilakukan untuk memakmurkan masjid akan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap seluruh aktivitasnya di luar masjid.

  1. RAJIN MENDATANGI MASJID

Khusus kepada kaum laki-laki, diharapkan agar rajin mendatangi masjid untuk melakukan solat lima waktu yang lebih utama dilaksanakan secara berjamaah di masjid.

Disamping untuk melaksanakan solat berjamaah, kedatangan seorang muslim ke masjid juga untuk memakmurkan masjid dengan melakukan berbagai aktiviti lainnya yang bermanfaat bagi dia sendiri, keluarga dan masyarakatnya islam lainnya.

Kedatangan seorang muslim ke masjid guna memakmurkannya, maka kita tidak meragukan lagi tentang keimanannya, Rasulullah Saw bersabda yang ertinya:

Apabila kamu sekalian melihat seseorang biasa ke masjid, maka saksikanlah bahwa ia benar-benar beriman” (HR. Tirmidzi dari Abu Sa”id Al Khudri)

  1. MENGHORMATI MASJID

Ada banyak hal yang boleh kita lakukan untuk menunjukkan penghormatan kita kepada masjid.

Pertama, melaksanakan Solat Tahiyyatul Masjid ketika memasukinya masjid. Rasulullah Saw bersabda yang artinya:

Apabila salah seorang diantara kamu datang ke masjid, maka hendaklah ia solat dua rakaat sebelum duduk” (HR. Jamaah dari Abu Qatadah)

Kedua, tidak menyalah gunakanan masjid. Masjid merupakan sarana untuk mengagungkan Allah S.W.T dengan segala aktiviti yang tidak bertentangan dengan segala ketentuan-Nya. Karena itu kalau kita cinta kepada masjid, jangan sampai masjid itu digunakan untuk hal-hal yang memang tidak dibenarkan oleh Allah dan Rasul-Nya,

Misalnya, menggunakan masjid untuk tempat berseteru, bertengkar atau melakukan jual beli di masjid, larangan ini terdapat dalam hadits yang artinya:

Apabila kamu melihat orang berjual beli di masjid, maka katakanlah kepadanya: semoga Allah tidak menguntungkan perdagangan kamu” (HR. Nasa”I dan Tirmidzi).

Ketiga, membersihkan dan menjaga masjid. Kecintaan kita terhadap masjid juga harus kita tunjukan dengan cara menjaga masjid agar selalu terpelihara fungsi dan kegunaanya.

Kita sangat dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan memelihara masjid terutama disetiap ruangan ibadat ini, termasuk ruangan ditempat wuduk atau tandas agar selalu terjaga mempunyai aroma yang menyegarkan (tidak memberikan aroma yang tidak sedap).

Membuang segala kotoran dari dalam masjid, Rasulullah Saw bersabda yang artinya:

Dihadapkan padaku semua pahala yang diperbuat umatku, sampai-sampai kepada satu kotoran yang dikeluarkan oleh seseorang dari dalam masjid” (HR. Abu Daud, Tirmdizi dari Anas ra)

Hadists yang memerintahkan kaum muslimin untuk membersihkan masjid juga dari Aisyah ra, artinya:

Rasulullah Saw memerintahkan membangun masjid di kampung dan membersihkan serta memberinya wangi-wangian” (HR. Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi)

Jangan datang ke masjid dengan bau-bau yang tidak menyedapkan. Rasulullah Saw bersabda yang artinya:

Barangsiapa yang datang ke masjid dengan bau-bau yang tidak menyedapkan, maka janganlah sekali-kali mendekati masjid kami, sebab malaikat merasa terganggu oleh apa-apa yang mengganggu manusia.” (HR. Ahmad dan Bukhari dan Jabir ra)

Untuk menciptakan suasana masjid agar selalu terasa nyaman, disamping harus dijaga kebersihanya (lantainya dipakirkan, karpetnya divacuum kerana debu), juga sinar terang dan bau udara masjid harus dijaga sebaik mungkin.

Jemaah dilarang untuk melakukan hal-hal yang dapat mengotorinya, misalnya membuang sisa makanan sembarangan dan juga dilarang merokok di dalam masjid.

  1. BERSEDIA BERKORBAN UNTUK MASJID

Setelah masjid didirikan, masjid perlu dibina dan dikembangkan agar tetap berfungsi sebagai tempat untuk tempat beribadat, menyebarkan dakwah dan pendidikan.

Untuk memakmurkan masjid sebagaimana yang dikehendaki mestinya, diperlukan pengorbanan yang sangat besar, baik pengorbanan harta, tenaga, waktu, dan ketrampilan seseorang demi untuk mengagungkan rumah Allah ini.

Sewaktu Rasulullah saw membangun masjid, beliau telah menunjukkan pengorbanannya yang besar.

Dengan tenaga yang dimiliki misalnya, beliau membawa batu bata sendiri sewaktu membangun masjid. Sehingga para sahabat yang melihat Rasulullah saw yang sangat letih, bertambah semangat untuk membantu Rasulullah membangun masjid.

Sehubungan itu, masjid merupakan salah satu yang penting untuk pembinaan umat islam, maka

  • Disamping tempat untuk Beribadat dan dakwah,
  • Tempat diskusi tentang agama dan musyawarah,
  • Tempat mengajar anak-anak tentang islam dan
  • Tempat menuntut ilmu islam,

Maka tempat ibadah ini juga boleh digunakan untuk saling membantu diantara umat islam dibidang sosial dan ekonomi.

Sebagai contoh dari Rasulullah saw yang boleh kita tiru dalam kehidupan kita sehari-hari, sewaktu ada sahabat jama”ah masjid mengalami kesulitan ekonomi, beliau korbankan hartanya untuk membantu sahabat itu hingga kesulitannya dapat diatasi.

Dari huraian di atas, menjadi jelas bagi kita bahawa, masjid merupakan tempat yang harus kita cintai dengan cara memakmurkan masjid.

Oleh karena itu, perhatian kita kepada masjid harus selalu kita tingkatkan dari waktu ke waktu agar masjid kita tetap berfungsi sebagai rumah Allah, selalu ramai didatangi orang untuk beribadat, selalu terpelihara kebersihannya dan selalu terjaga kemulianya.

KIAT MEMAKMURKAN MASJID

Memakmurkan musholla di bidang Idarah (kegiatan administrasi)

  1. Mengadakan musyawarah jama’ah untuk memilih ketua ta’mir musholla periode tertentu
  2. Merencanakan program kerja ta’mir musholla bersama jamaah musholla serta jadwalnya
  3. Melengkapi pengurus ta’mir musholla sesuai programnya dan difungsikan
  4. Mengelola administrasi keuangan musholla dan terpajang
  5. Membuat daftar inventaris sarana musholla dan terpajang
  6. Mengadakan jadwal waktu sholat dan terpajang
  7. Membuat jadwal  imam rowatib dan muazin yang tersusun baik dan terpajang.
  8. Mengadakan alat transportasi dan komunikasi musholla (kalau belum, minimal dianggarkan dananya)
  9. Mengadakan kantor ta’mir permanen dan difungsikan sebagai sekretariat
  10. Mengadakan sarana administrasi sesuai dengan kebutuhan
  11. Mengelola layanan data pengurus ta’mir masjid; da’i masjid; jamaah masjid (bapak bapak; ibu ibu; remaja; anak-anak) terkait data pribadinya; pekerjaannya; golongan darah nya; dan data lainnya
  12. Mengelola layanan informasi masjid, seperti: pusat informasi jamaah, baik berupa papan informasi ta’mir maupun informasi lainnya yang sangat dibutuhkan jamaah, misalnya lowongan kerja, buletin jamaah, berita lelayu, kerja bakti, berita rapat, dan agenda kegiatan lainnya
  13. Menetapkan tujuan (visi) didirikan masjid; target (misi) yang akan dicapai dengan kegiatan jamaah yang dikelola bersama di masjid

Memakmurkan masjid di bidang imarah (kegiatan kemakmuran)

  1. Mendirikan jama’ah shalat 5 waktu dan shalat jum’ah.
  2. Mengelola Pendidikan Al-Qur’an untuk semua usia dan berjalan baik
  3. Mengelola majlis ta’lim segala usia yang terorganisir dengan baik
  4. Mengelola remaja masjid dengan kegiatan yang sesuai
  5. Mengelola perpustakaan yang permanen. Ada bukunya memadai, pengurusnya;    administrasinya; dan kegiatannya
  6. Mengelola zakat yang terorganisir dengan data yang tertib.
  7. Mengelola kegiatan sosial, seperti khitanan massal, praktek merawat jenazah, tempat aqad nikah, pembinaan keluarga sakinah, tempat acara warga jamaah sekitar, dll.
  8. Mengelola UKM (Usaha Kesehatan Masjid) yang terorganisir dengan baik.
  9. Mengelola kegiatan bimbingan umroh dan haji; PHBI; (Isro’ Mi’roj, Maulid, Ramadhan, Nuzul Qul’an, dan Idul Adha; Muharram); bazar; diklat imam khotib; pengajian kesehatan; dll
  10. Mengelola koperasi yang terorganisir dengan baik dan memikirkan kebutuhan jamaah masjid, seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, ketrampilan, lapangan kerja; bimbingan belajar; kegiatan masyarakat, seni budaya; keamanan; dakwah ekonomi dan kesehatan jama’ah dengan memberi pinjaman modal usaha bergilir dan pembinaannya, jaringan bisnis jamaah antar masjid yang jujur, pusat informasi harga kebutuhan harian jamaah, BMT,  pertokoan masjid, dll, sesuai keadaan masjidnya

Memakmurkan masjid di bidang ri’ayah (kegiatan sarana-prasarana)

  1. Memastikan tanah yang digunakan untuk bangunan masjid sudah bersertifikat.
  2. Mengusahakan bangunan masjid sudah memiliki IMB.
  3. Mengusahakan masjid punya gambar arsitektur masjid yang telah disahkan oleh PU agar pembangunannya berkesinambungan dari waktu ke waktu
  4. Memiliki taman masjid yang ASRI dan terpelihara
  5. Menyediakan air bersih dan sanitasi yang memadai.
  6. Mengelola kebersihan dan keindahan masjid dan berjalan
  7. Mengusahakan ada petugas kebersihan dan keamanan masjid
  8. Menyediakan tempat penitipan sepatu dan ada petugasnya
  9. Memiliki sound sistem yang baik dan terpelihara agar enak didengar saat digunakan
  10. Mengelola ruangan masjid yang makin ramah, seperti: ada mihrob masjid dan kanan kirinya ada pintu keluar bagi imam yang batal; ruangan kegiatan yang  diperlukan untuk kegiatan jamaah; kamar wudhu/ wc yang memadai;  kantor sekretariat dan administrasi, ruangan untuk simpan proposal kegiatan, laporan kegiatan, dokumentasi kegiatan; dll

KIAT MEMAKMURKAN MASJID.

Alangkah indahnya bila remaja, mahasiswa & generasi muda ramai memakmurkan masjid/Musholla, dengan penuh semangat muda, membangun aqidah yang kuat, penuh energi untuk memakmurkan masjid /Musholla dengan Kegiatan yang bermanfaat untuk dunia yang menjadi jembatan menuju kebahagiaan di akhirat.

Bila Masjid-Masjid / Musholla ramai dipenuhi orang-orang tua, adalah sesuatu yang sangat biasa. Penyebabnya antara lain Para Orang tua tersebut:
• Rata rata sudah pensiunan,
• Memiliki Banyak waktu luang di rumah
• Senang bisa bertemu teman se-usianya bila sholat di Masjid/Musholla .

Dampak positifnya ialah para orang-tua menjadi lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, maka mereka bisa memberi contoh tauladan yang baik di hadapan anak-anak muda.

Bila kita mempunyai anak atau bila kita adalah ternasuk anak-anak muda yang tidak berbakat ceramah di depan orang banyak, jangan khawatir, Karena ada jalan dakwah tanpa ceramah yang bisa kita pilih di seputar kegiatan Masjid/Musholla:

GENERASI MUDA YANG RAJIN PERGI SHOLAT BERJAMAAH

Contoh: Ada seorang anak muda, bahkan tanpa perlu ceramah atau mengajak siapapun. Setiap langkahnya menuju masjid, maka langkah kakinya akan dicatat malaikat.
“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang mati dan mencatat apa saja yang telah mereka perbuat, dan (mencatat) langkah-langkah kaki mereka.” [QS. Yaasin: 12]

Setiap ada orang yang melihatnya pergi ke masjid/Musholla, Kemudian orang itu menjadi tergerak hatinya untuk ikut pergi ke masjid/Musholla walaupun tanpa diajak anak muda tsb, maka anak muda itu sudah mendapat pahala dakwah tambahan tanpa ceramah ke pada orang orang.

Sehingga untuk jangka waktu yang tidak terlalu lama, maka masjid/Musholla menjadi makin makmur, penuh cahaya dan berkah.

Berkat Banyaknya anak muda yang menghadiri masjid/Musholla, bila banyak anak muda yang masih segar, ganteng dan cantik, maka lama kelamaan citra masjid yang tadinya cuma dipenuhi bapak-bapak tua dan bahkan kakek-kakek, citranya akan hilang secara bertahap. Dan berganti dengan citra, masjid yang makmur dipenuhi anak muda yang penuh semangat dan orang tua / Kakek yang penuh nasehat.

Dakwah tanpa ceramah berikutnya yang bisa kita pilih ialah:

MENGHADIRI MAJELIS TAKLIM

Majelis taklim ialah tempat berkumpulnya orang orang yang sedang menuntut ilmu, bukan hanya pengajian Ibu-ibu saja yang disebut majelis taklim

Bila majelis ilmu, (majelis taklim tentang aqidah ) dihadiri oleh banyak anak muda, maka insya Allah SWT 10-20 tahun ke depan, masa depan akan lebih baik. Karena bila makin banyak anak muda yang bertaqwa, makin mantap Iman / Aqidahnya, jauh dari perdukunan/ syirik, maka anak muda tersebut akan membawa berkah, sehingga Allah SWT akan menurunkan rahmatNYA dari langit dan bumi. Dan akan mencegah terjadinya bencana.

Bila makin banyak anak muda yang rajin menuntut ilmu di majelis taklim, maka secara tidak langsung akan mendorong para orang-tua yang belum mau hadir, menjadi ikut hadir. Bila ada orangtua yang hadir karena terpengaruh melihat anak muda yang rajin maka anak muda tersebut sudah berdakwah tanpa perlu menceramahi orang tua. Dan mendapat tambahan pahala dakwah. Insya Allah SWT.

MEMBERSIHKAN MASJID

Tanpa perlu ceramah, dengan membersihkan masjid maka akan kita bisa mendapat lebih banyak pahala. Apabila ada jamaah lain yang menjadi betah dan rajin ke masjid, & makin banyak orang yang ke masjid karena perasaan nyaman dan bersih maka makin banyak pahala yang diterima orang yang membersihkan masjid.

Bayangkan jika di saat sholat jumat, ada ratusan orang yang merasakan kebersihan Masjid maka para pembersih masjid akan mendapat ratusan pahala tambahan tanpa perlu ceramah.

Dengan Ikut membersihkan masjid, berarti kita ikut meringankan dan membantu merbot membersihkan masjid secara lebih baik dan maksimal.

Tempat wudhu dan toilet biasanya sebagai tempat yang wajib untuk sering dibersihkan, karena masih ada beberapa masjid yang kurang bersih di bagian tersebut. Mari kita bandingkan dengan tempat tempat umum yang komersil seperti perkantoran. Mereka memiliki petugas cleaning servis yang khusus membersihkan dan mengepel toilet setiap jam, lalu memberi wangi wangian.

Betapa besarnya pahala dan keharuman di akhirat yang akan kita dapatkan bila kita turut mengharumkan rumah Allah. kita tak mau kalah dengan gedung perkantoran manusia.

Bila tempat wudhu dan toilet sudah wangi karena sudah dibersihkan sang merbot, mungkin kita bisa meminta izin turut membantu membersihkan kaca masjid. Atau melap mimbar yang sudah berdebu dengan kemocheng (bulu ayam) atau kain lap Basah.

MENJADI PANITIA MAJELIS TAKLIM, MEMBANTU USTADZ/PENCERAMAH,

Kita Bisa meniru amal dari sahabat nabi yaitu Anas Bin Malik, RA. Yang setia menjadi khadimah/Asisten yang setia membantu Nabi Muhammad SAW. Anas bin Malik membantu Nabi sampai mendetail sehingga membuat Nabi menjadi lebih fokus, lancar dan sukses dalam berdakwah.

Di masa sekarang bila kita generasi muda yang tidak berbakat atau belum bisa berceramah, sebaiknya anak muda menjadi panitia MT (Majelis Taklim) dan menjadi asisten penceramah terlebih dahulu. Sambil terus menambah ilmu dengan bergaul dengan orang-orang sholeh dan para ustadz. Pahala dakwah akan mengalir sebanyak jamaah yang hadir tanpa harus ceramah.

Para Ustadz biasanya sudah mendapat amanat kesibukan dakwah di berbagai tempat, jadi agar para ustad siap pikirannya dan fokus dalam membagikan Ilmunya, maka sebaiknya kita mencegah para ustadz menyiapkan sendiri peralatan-peralatan dakwah seperti. mikrofon, kitab, buku buku, meja lekar (meja kecil untuk mengaji), dan lain lain. Sehingga Pak Ustadz bisa Lebih maksimal konsentrasi khusus dalam bertafakkur menambah Ilmunya dan membagikan ilmunya dan tidak perlu mengerjakan hal hal persiapan yang bisa mengganggu konsentrasinya.

MENERBITKAN MAJALAH DINDING MASJID

Anak muda biasanya lebih kreatif, lebih banyak menghasilkan ide baru dan segar, Dengan membuat majalah dinding yang secara teratur, rapi dan indah akan meningkatkan minat Iqro / Baca anggota jamaah Masjid.

Jamaah tetap dan jamaah Musafir yang sedang singgah di masjid akan bertambah Ilmunya, informasi makin tersebar luas. Dakwah menjadi makin luas , makin gencar, dan jamaah jadi semakin berwawasan dan tidak kuper.

Isi mading bisa disesuaikan dengan berita dan peristiwa kegiatan masjid dengan membuat kolom-kolom atau rubrik-rubrik khusus.

MENJADI PANITIA PERINGATAN HARI BESAR ISLAM
Dakwah tanpa harus berceramah yang cocok juga untuk anak muda ialah turut ambil bagian dalam penyelenggaraan/panitia peringatan Hari besar Islam. Dengan menjadi panitia, menjadi lebih ingat makna hari-hari besar Islam dan akan mendapat pahala sebanyak jamaah yang hadir, panitia mendapat pahala dakwah tanpa harus pandai berceramah. Biarlah Ustadz yang sudah mantap ilmu dan amalnya yang berceramah.

Lebih lanjut Ridwan menjelaskan, bahwa dalam rangka optimalisasi fungsi masjid perlu melibatkan berbagai potensi umat. Realitasnya di masyarakat bahwa umat ini digolongkan dalam 5 golongan. Yaitu : umat Islam yang taat beribadah dan paham agama, umat islam yang taat beribadah tapi kurang paham agama, umat Islam yang belum taat tapi mau belajar agama, umat Islam yang tidak taat beribadah dan pasif dalam belajar agama dan umat Islam yang perilakunya bertentangan dengan agama. Dari realitas ini, masjid perlu kreatif untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang menarik umat, antara lain dengan shalat jama’ah, pengajian rutin (taklim, TKA/TPA), kegiatan sosial, PHBI/PHBN, pengobatan, perpustakaan, konsultasi rumah tangga, koperasi, pendidikan umum, kesenian dan lain-lain.

Sumber: https://musholla-baiturrabbi.jimdo.com/artikel/memakmurkan-masjid/

SebelumnyaMorbi Fringilla Quam Jimpedit Gaut Momnis Eccaecati SesudahnyaCara Berbakti kepada Orang Tua yang Sudah Wafat
Raih Kekhusyukan dalam Ibadah Salat
Ustad Hasanudin menuturkan, ada beberapa cara agar Muslim mendapatkan kekhusyukan dalam ibadah salat. Di antaranya: Pertama, menghadirkan hati “Menghadirkan hati maksudnya adalah di saat kita sedang salat maka saat itu...
Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Sudah Wafat
Melanjutkan pemberitaan Aktual.com sebelumnya, Ustad Muhammad Ikrom menjelaskan beberapa cara bagi seorang anak untuk menunjukkan rasa baktinya kepada kedua orang tua yang telah meninggal dunia sebagai berikut: 1. Mendoakannya “Doa merupakan cara...
Memakmurkan Masjid
بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ KEUTAMAAN MEMAKMURKAN MASJID Masjid merupakan salah satu sarana yang penting untuk pembinaan umat islam yang sekaligus juga untuk mengagungkan nama Allah swt. Masalah pembangunan masjid telah...
Morbi Fringilla Quam Jimpedit Gaut Momnis Eccaecati
Eum atque nostrum ina eos. Voluptas dicta similique perferendis nihil tenetur necessitatibus. Quo maxime est quia mquam impedit aut omnis occaecati. Eum atque nostrum in eos. Voluptas dicta similique perferendis...
Quo Maxime Testquia Donec Giaculis Avenenatis Opurus
Eum atque nostrum ina eos. Voluptas dicta similique perferendis nihil tenetur necessitatibus. Quo maxime est quia mquam impedit aut omnis occaecati. Eum atque nostrum in eos. Voluptas dicta similique perferendis...
Quomaxime Estquia Donec Kiaculis Venenatis Purus
Selamat datang di WordPress. Ini adalah pos pertama Anda. Edit atau hapus pos ini, lalu mulailah menulis! Quam impedit aut omnis occaecati. Eum atque nostrum in eos. Voluptas dicta similique...